Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
  1. Yaaay, saya kembali gaess.
    Saking selonya setelah memutuskan berhenti kerja dari kerjaan sebelumnya, minimal ada waktu untuk produktif update blog #kirakirabegitu 😁😁

    Postingan kali ini akan mereview produk lip cream dari satu pabrikan yang sama, dan grup yang sama. Yakni Wardah (09 Mauve On! & 13 Fruit Punch), Make Over (009 Posh), dan Emina (03 Mauvelous). Ketiganya dibuat oleh pabrikan lokal dari PT Paragon Technology Innovation (PTI). 

    Saya mengambil empat shade dari ketiga brand itu, dua diantaranya dari brand yang sama. Jujur aja, sekilas warna ketiganya memiliki tone warna yang sama, nude-cokelat-pink-mauve (?). Baik saat dilihat pada tube/botol, maupun saat di ulas pada lengan tangan dan juga bibir.


    Arm Swatch - atas ke bawah: Make Over 009 Posh, Wardah 013 Fruit Punch, Wardah 09 Mauve On!, Emina 03 Mauvelous


    1.) Tekstur

    Hal pertama yang akan dibahas adalah soal tekstur. Entah apa karena satu pabrikan, ketiga brand ini punya tekstur yang plek Sesuai dengan judul masing-masing, yakni cream, teksturnya kental. Mungkin hal ini kalik ya yang buat ketiganya sangat pigmented.

    Klaim ketiga brand ini matte, tapi bukan yang dead matte ya, jadi rasa ketarik pada bibir ngga akan terasa saat produk mengering. Khusus Emina, produk ini ga tau kenapa walau pigmented, tapi ga cukup sekali ulas buat bibir saya. Sekali ulas produk masih terlihat patchy, ya walau ga patchy amat sih. Tapi bibir jadi terasa tebal ketika di layer berkali-kali.


    2.) Ketahanan

    Dari segi ketahanan, ketiga produk ini punya tingkat yang sama pula. Tanpa makan, produk mampu bertahan di bibir sekitar empat sampai lima jam. Tapi kalau hanya untuk minum-minum cantik ya paling cuma kehapus dibagian dalam bibir. Tapi kalau udah minum dan makan yang cukup liaarr, ya siap-siap aja touch up lagi.

    Untuk touch up, saya lebih prefer kalau produk yang sudah ada sebelumnya dihapus dulu, lalu dipakai lagi seperti biasa. Tapi kalau ditimpa sama yang sebelumnya, ya siap-siap aja bibir jadi banyak butiran (debu) yang mengganggu :p Semua tergantung kenyamanan si pemakai sih.


    Make Over 009 Posh. Ini warna terbaru dari empat seri warna baru yang ada. Dilihat dari botolnya, keempat warna terbaru itu punya tone yang sama 😌

    Wardah 09 dan 13. Tampak di foto ini punya warna berbeda, tapi di foto paling atas punya warna yang serupa. Pun ketika dipakai ke bibir. Heran juga kenapa saya beli warna yang sama kaya' gini 😌

    Emina 03. Si adik kecil ini cenderung ke tone nude pink, dari pada coklat. Agak berbeda dibanding kedua kakak sebelumnya.


    3.) Aroma

    Nah untuk aroma, ketiga brand ini punya bau yang sama. Ga ada yang beda. Dan seingat saya sih, seluruh warna dari semua brand ini beraroma sama. Jelas yang cuma bisa bedain produk ini ya dari kemasannya aja. Waktu proses foto sempet ketukar-tukar kok, karena warna dan baunya sama. Untung saya cerdas, jadi mudah inget 😜😜


    4) Kemasan

    Untuk kemasan, jelas berbeda, kesamaannya hanya bentuk dan jenis bahan kemasan berupa botol kaca transparan (tembus pandang).

    Make Over punya kemasan tube yang berbeda, berbentuk tube kotak dengan tutup berwarna hitam glossy. Di bagian tutup hitamnya dilengkapi tulisan "Make Over" sesuai dengan bentuk brandnya. Kemudian di bagian tubuh botol tulisan berwarna hitam "Intense Matte Lip Cream" lengkap dengan klaim Long Last Lightweight" dan ukuran berat bersih. Bagian bawah botol lengkap stiker dengan nomor dan warna shade.

    Wardah, seperti liquid lipstick atau lip cream lainnya berbentuk tube bulat (tabung), dengan tutup metalik. Tulisan di tubuh botol pun juga warna serupa dengan tutup. Lebih simpel, tanpa tulisan klaim. Bagian bawah juga dilengkapi stiker dan shadenya.

    Emina serupa dengan Wardah, hanya ukurannya lebih kecil dengan berat bersih 5,5 gram. Tutup berwarna hitam, sementara di bagian atas tercetak lambang dari Emina berbentuk hati dengan simpul di dalamnya. Sementara di tubuh botol tertulis "Emina" berwarna putih, kemudian dibaliknya (diputar) tertulis "Creamatte" juga berwarna putih. Bagian bawahnya juga dilengkapi stiker bening bertulis brand, jenis, nomor dan nama shade.

    Wardah dan Emina dijual dengan box, sementara Make Over tanpa box, tapi dilengkapi plastik pembungkus.

    ___


    Saya yakin, sudah banyak review mengenai ketiga brand ini. Baik tulis, maupun video. Jadi teman-teman punya banyak referensi. Untuk sejarah singkat ketiga produk ini, sekali lagi bisa di googling.

    Tapi kalau umumnya yang saya tahu, Wardah adalah produk pertama dari PTI. Selang beberapa tahun kemudian hadir Make Over sebagai rangkaian line up tata rias profesional (makanya produk ini lebih banyak ke make up baik complexion, eye decorative, lip decorative. Sementara Wardah lebih banyak pada produk skincare dengan masing-masing kegunaannya.

    Nah, si adik, Emina, menyasar kalangan remaja putri (usia muda yang baru belajar makeup). Tak heran kalau kemasannya dibuat dengan warna-warna eye catching yang cheerfull sesuai usia mereka. Produk Emina perpaduan dari Wardah dan Make Over (terdiri skincare dan makeup), tapi tetap seluruh produk disesuaikan dengan usia remaja.

    Ibaratnya, apa yang ada di Emina ngga ditemukan di kedua kakaknya. Contohnya aja, lip scrub. Setau saya cuma Emina yang punya produk ini dari ketiga brand pabrikan PTI. Tapi kalau saya salah, mohon dikoreksi 😊😊

    Okelah yaaa, segitu aja review singkat ala saya. Sekali lagi, untuk jelasnya kalian bisa search di banyak media, Youtube, Instagram, Facebook, atau Twitter. Apa yang cocok di saya belum tentu cocok di kalian, begitu juga sebaliknya. 🙏🙏

    See yaa~
    💋💋💋

    *thanks buat mas bojo yang bersedia meluangkan waktu buat motret bahan materi blog istrinya. Ayafluuuu 💏😘😘

    _______






    Foto-foto diatas contoh pemakaian di bibir saya. Tampak sekilas semua warnanya cenderung sama.
    Plis abaikan jerawat di sudut bibir dan whitehead di hidung yang mengganggu. Lagi usaha kurangin si whitehead dan blackhead. Ada rekomendasi produk apaaaa??? 😫😫

  2. Helloo. Kembali lagiii sayanyaaa.
    Kali ini, saya balik ngebahas soal beauty. Bukan makeup, melainkan salah satu varian skincare yang hits bgt di kalangan beauty enthusias di Indonesia, yaitu Nature Republic Soothing & Moisture Aloe Vera Gel 92%. Produk asli Korea ini emang banyak digandrungi, karena klaimnya yang menjanjikan. 

    Siapa yang ngga kenal aloe vera atau lidah buaya, sebuah tanaman yang sudah dikenal sejak dulu. Tanaman ini, sejak emak saya punya anak yang masih pada ingusan, dikenal sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, maupun perawatan kulit lainnya. Nah, agar lebih praktis penggunaannya, sebuah perusahaan di Korea memproduksi aloe vera gel.

    Hal ini dilakukan dengan maksud agar konsumen atau penggunanya tak perlu repot lagi mencari tanaman lidah buaya untuk digunakan dalam keperluan perawatan kulit. Cukup ambil si gel, lalu oleskan pada bagian kulit yang dibutuhkan perawatan. 

    Nah, di kalangan ciwi-ciwi pecinta makeup dan skincare, Nature Republic ini jadi idola. Tanpa pikir panjang, saya pun searching seluruh review mengenai si aloe vera gel ini di laman Female Daily Network. Review pun sangat menjanjikan, antara lain menyembuhkan bruntusan maupun jerawat, dengan cara mengeringkannya. 

    Review itu lah yang buat saya tertarik order si aloe vera gel ini di olshop Instagram penyedia skincare korea, @olshoplinaherdyanti. Kebetulan si aloe vera gel lagi ready, yaudah deh saya pesan. Di olshop ini, setiap kemasan hanya dibanderol Rp 95 ribu saja. Dan kalau ga salah si owner olshop ini pesan langsung dari Korea. 
    Kemasan depan (tutup jar) Nature Republic Aloe Vera Gel

    Bagian belakang kemasan, lengkap dengan tulisan klaim berhuruf Hangeul Korea. Pliss jangan tanya artinya apa 😟😟

    Bicara tekstur, ya sudah pasti bentuknya gel bening. Ada gelembung-gelembung kecil di dalam si gel ini. Infonya sih, kalah ada gelembung-gelembung kecil di dalam, produk tersebut benar-benar ORI bukan KW. 

    Gelnya dingin, rasanya adem bgt ketika dioles di kulit, baik tangan, kaki, ataupun kulit muka, karena sifatnya yang emang soothing. Tapi produk ini juga ga bikin kering karena klaimnya sebagai moisture alias melembabkan. 
    Tekstur si gel bening. Jika dilihat langsung terdapat gelembung-gelembung kecil di dalam gel

    Oiya, sebelum saya menggunakan si aloe vera gel ini, saya sudah lebih dulu menggunakan aloe vera gel dari merk lokal. Biasanya saya gunakan sebagai sleeping mask. 

    Nah, untuk hasilnya di kulit saya, jujur aja rasanya ZONK banget. Sejak saya pke si aloe vera dari Nature Republic ini, kulit jadi kasar dan bruntusan pun mulai berdatangan. Beda banget sama review orang-orang yang saya baca. Emang sih tiap kulit orang itu berbeda, maka hasil juga turut berbeda.

    Gelnya sendiri bukan termasuk gel yang lengket, tapi untuk kekeringan produk ini termasuk yang paling lama kering. Ini jika dibandingkan sama merk lokal yang saya gunakan ya. 

    Tiga hari saya pakai sebagai sleeping mask, sejak itu kulit rasanya ga kenyal lagi. Bahkan ini saya rasakan sampai postingan ini dishare. Rasanya wajah jadi cepat jerawatan. Alhasil, saya udah ngga pke produk ini lagi.

    Karena produk masih banyak lagi, cukup sayang kalau dikasih org, dijual ataupun dibuang. Si aloe vera gel ini saya alihkan penggunaannya di area lain, yakni sebagai pelembab kulit kaki saya yang kering dan juga sebagai deodoran. 

    Yupp, deodoran. Aselik ini produk menurut saya berhasil banget menahan aroma bau badan. Selama ini untuk ketiak saya gunakan deodoran spray. Dan kemudian iseng aja dioleskan ke ketiak, ternyata efeknya luar biasa 😁😁

    Saya sebut luar biasa karena emang bau badan bisa dibilang ngga ada. Jadi tiap habis mandi saya selalu menggunakannya di area ketiak, bikin adeeeemmmmm.
    Gel ketika diulas sekali pada kulit tangan
    Setelah diusap, gel belum meresap

    Okelah segitu aja, review yang bisa saya share. Inget ya gengs, masing-masing orang berbeda jenis kulit dan kondisinya. Tidak cocok di saya, belum tentu juga bakal tidak cocok di kalian. Mungkin aja sangat cocok di kalian. So, ini review dari pandangan dan apa yang saya alami. Oke byee~

    See yaa 💋💋💋


  3. Yeaaaayyy..
    Balik lagi ke review ala-alanya saya.
    Dan yess, produk yang akhirnya ada juga produk yang bisa cocok sama kulit wajahnya saya yang to oily. Sebenarnya ada aja sih produk yang mirip atau diformulasikan buat kulit berminyak, tapi harganya mungkin cukup lumayan mahal, jadi kalau ada murah dan bagus kenapa cari yang mahal :p

    Produk drugstore yang counternya ada dimana-mana ini ngeluarin satu set produk dasar wajah. Maybelline Fit Me! Seri ini ada tiga produk khusus buat wajah, ada Fit Me Concealer yang kalau ga salah hadir dengan 10 shade, atau 12 gitu (kalau ada yg mau ralat di kolom komentar ya).

    Kemudian ada Fit Me Powder, yang hadir dalam dua seri yaitu Fit Me Matte+Poreless Powder (untuk kulit berminyak), dan Fit Me Set+Smooth Pressed Powder (untuk kulit normal ke kering).

    Produk dasar terakhir dari Maybelline Fit Me, ada Fit Me Foundation yang juga terbagi dalam dua seri Fit Me Matte+Poreless Foundation dan Fit Me Dewy+Smooth Foundation. Sebenarnya, masih banyak edisi Fit Me yang dikeluarin Maybelline, kalau ga salah ada bronzer, sama blush on juga. Tapi kayanya yang baru masuk ke Indonesia baru tiga produk tadi. Untuk lebih jelas silahkan searching aja :))

    Nah kali ini, saya mau bahas sedikit soal Fit Me Matte+Poreless Foundation yang memang diformulasikan khusus buat kulit berminyak yang juga jenis dari kulit saya. Awalnya ini rekomendasiin teman, yang juga punya jenis kulit sama. Oh iya, sebenarnya seri Fit Me, yang baru saya pake si foundi sama si concealny (review menyusul). Sementara si powder ngga, karena emang ga biasa pake pressed powder, karena saya sendiri lebih cocok loose powder.

    Penampakan si Fit Me Foundation

    Saya sendiri, paling anti pke foundation, selain bikin wajah makin berat, juga bikin kulit makin berminyak. Kan ewh banget :') Apalagi jenis pekerjaan saya ini ga cocok pke makeup yang keliatan beraaaattt dan teballll.

    Tapi katanya, foundation ini emang buat wajah berminyak, mampu nahan minyak lah. Praktislah, pergi kecounternya di supermarket punyanya pemilik stasiun tv (apalah). Awalnya bingung bgt nentuin shade yang tepat, cemas takut kegelapan, tapi cemas juga kalau keterangan.

    Tutup atas kemasan Fit Me Foundation, ada keterangan nomor dan warna shadenya. It's cool!

    Tapi si mbak-mbak BA bilang, kalau pilih foundation gpp terang, karena kalau gelap malah wajah keliatan kusam (i think, i'ts true). Yaudahlah pilih shade 128 atau warm nude. Sampai rumah, cuci muka, langsung coba si foundie, Alhamdulillah, rekomendasi si mbak BA bener. Warnanya malah ga keterangan, justru pas di tone warna kulit saya.

    Besoknya, pas kerja yang kebetulan ada agenda ga perlu di luar ruangan, saya pake si Fit Me ini. Dan yessss, sekitar 3 sampai 4 jam pemakaian, area Tzone berminyak, tapi masih dalam batas yang wajar. Justru area pipi atau bawah mata yang biasanya jadi sumber minyak ini ga ada sama sekali. Plek cuma di Tzone aja. Ywdh, tinggal di blotting aja pke face paper.

    Total dalam sehari itu, saya pke si Fit Me selama kurang lebih dua belas jam. Dan selama itu, area Tzone emang yang paling rajin ngeluarin minyak. Tapi sekali lagi, cukup di tap tap pke face paper/blotting paper aja.

    Dari segi tekstur, foundie ini lumayan cair ya. Tapi cepat meresap ke kulit. Dan finishnya ga terlalu keliatan dewy di wajah, ya karena emang judulnya udah matte sih :D
    Dan lagi-lagi Alhamdulillah, kulit wajah ga ada masalah selama saya pke ini, mungkin karena saya ga tiap hari ya pkenya.



    Untuk packaging, ada minusnya.
    Yess, si produk atau si foundie ada dalam botol kaca, padahal ini udah cukup elegan, tapi sayang untuk pengambilan foundi ribet bgt dah. Ga ada aplikator atau pump (macam foundinya Make Over). Jadi pengaplikasian ke wajah juga ribet.

    Kalau saya biasanya langsung tuang dikit-dikit ke sponge/beauty blender, tapi resiko tuang kebanyakan juga gede (takut mubazir). Nah, yang biasa saya lakuin, masukin jari kelingking ke botolnya, sambil si botol agak dimiringin (semoga kalian paham maksudnya :D)

    Foundi yang keambil sama kelingking langsung dioles ke wajah, begitu seterusnya. Setelah area wajah sudah dikasih foundi tinggal di blending. Ribet? Emang iya.

    Noh, penampakan leher botolnya. Tanpa aplikator, atau pump buat ngeluarin produknya. Satu-satunya yang muat cuma kelingking. Kerja keras! :')

    Secara kualitas, produk ini udah oke, dan menjadi teman si kulit berminyak. Tapi secara packaging masih belum, ini jadi keluhan banyak reviewer dan beauty blogger/vlogger lho.

    Ywdhlah, segini aja dulu review ala-alanya saya yang sebenarnya masih apalah. Namanya juga beauty enthusiast amatir. Bhahahaahahhhahak.

     Dan psssttt, sory ga ada foto wajah yang pke si foundi ya. Saya kan ga pede :')

    Byeee~
    :* :* :*

  4. My Holy Grail Everyday Make-up

    Sabtu, 03 Desember 2016

    Heihoooo, wan kawan..

    Seperti yang saya janjikan kemarin, segmen beauty akan hadir melengkapi blog yang jarang-jarang diisi ini :D

    Tapi buat episode pertama segmen beauty, sifatnya masih mini review. Bukan full review satu produk, waktunya ga ada cyiiintt. Belum lagi waktu buat ambil foto produk yang sebenarnya ngga bisa sembarangan.

    Nah, ngambil foto yang di postingan ini aja perlu beberapa kali take kok. Dan akhirnya nemu yang paling pas, meski ada satu produk yang ngga saya masukin, dan itu sifatnya fatal :(

    ****

    My Holy Grail Everyday Makeup

    Ini sebenarnya lebih ke "Whats in my makeup pouch?" kira-kira seperti itu. Nah, seperti yang saya tulis sebelumnya, ada satu produk yang ga saya masukin dan akibatnya fatal, yess, eyebrow pencil. Entah kenapa waktu take foto, si eyebrow pencil ga ada di dalamnya :(

    Produk-produk yang biasa saya pake emang kebanyakan drugstore yang nyarinya mudah, bisa di counter langsung, atau via online shop. Kenapa drugstore? Ya karena harga yang terbilang sangat terjangkau. Dari sini saya percaya, mau cantik ngga harus mahal kok, yang murah dengan kualitas setara produk branded juga banyak :))

    Ya sudah, mari kita review singkat produknya.

    1 Pertama, kita ke produk wajah ya. Maybelline Super BB Cushion, shade yang biasa saya pake adalah natural. Awal nyoba, ya lagi-lagi karena penasaran, namanya juga cewek!
    Fenomena cushion yang saya tahu, dipopulerkan berkat produk-produk asal Korea, dan akhirnya beberapa produk Amerika ikut mengadopsi konsep yang sama.
    Buat nyari cushion yang tepat, saya browsing sana-sini. Buka banyak review, baik dari Youtube atau dari blog. Akhirnya jatuhlah pada di Maybelline ini.
    Karena shadenya natural, jadi pas dipake ke wajah saya, ga terlalu light. Jujur, saya sebenarnya suka sama tesktur si Super BB Cushion ini, tapi sebenarnya produk ini ngga ramah buat kulit berminyak, karena hasilnya yang dewy/glowy finish.
    Tapi Alhamdulillah, selama satu bulan pake, ngga ada masalah sama kulit wajah. Bruntusan yang biasa jadi musuh dikala nyoba produk anyar kali ini. Jadi buat kamu yang punya tipe kulit kombinasi, atau berminyak, setelah penggunaan Super BB Cushion ini, wajib di set lagi pakai bedak tabur, buat ngunci si bb dan menahan minyak berlebih.

    2. Rimmel Stay Matte Primer. Nah untuk yang ini, produk drugstore dari Inggris. Pilih ini juga setelah googling review sana-sini. Katanya sih ini dupe dari Make Up Forever's Step 1: Mattifying.
    Primer secara umum berfungsi sebagai alas makeup, dan sebagai penahan minyak (khususnya bagi kulit berminyak). Tapi di saya, produk ini ngga bisa tahan lama, sekitar 4-5 jam kulit wajah, khususnya di area Tzone bakal muncul minyak.
    Tapi buat saya itu ngga masalah, karena bisa pke blotting paper (produknya ada di poin terakhir). Nah, berhubung produk primer masih baru di saya, pastinya saya bakal nyoba primer lainnya dari brand lain? Ada yang mau rekomendasiin?? :)

    3.  Wardah Acne Perfecting Moisturizer Gel. Nah, ini pelembab udah dari jaman kuliah selalu saya pake. Karena klaimnya buat kulit berjerawat, praktis dulu saya selalu pakai ini. Ngga berani pake yang lain. Dulu pernah memutuskan untuk ganti varian tapi tetap dengan brand Wardah, eh seminggu pake, wajah bruntusan. Jerawat kecil-kecil mulai jidat sampai pipi turut dipenuhi.
    Kayanya itu periode paling mengganggu selama saya punya masalah jerawat, dan walau produknya belum habis, akhirnya kembali ke produk ini lagi.
    Wajah kembali bersih lagi. Alhamdulillah..

    4. Wardah Aqua Lash Mascara. Ini juga produk tergolong baru banget buat aku. Biasanya sih pake dari merk asal Prancis, Oriflame (bener Prancis kan?). Tapi akhirnya lebih memilih produk local brand aja.
    Pake ini, nulu mata bisa naik menukik tapi tetap terlihat natural, ngga lebay macam bulu matanya Inces Syahrini. Dan point penting mascara ini adalah mudah dibersihkan!

    5. Wardah Eau De Toilette yang aroma Shine. Aromanya, enaaaaaaaaakkk banget. Tapi sayangnya, aroma ngga bisa stay lama di kulit. Tapi aselik, ini aroma lembut yang buat saya nyegerin. Agak disayang-sayang pake ini produk, karena kalau dipake tiap hari cepat habisnya :))
    Oiya parfum Wardah ini juga ada yang edisi body mist, ukuran botol lebih besar. Tapi variannya sama dengan si EDT.

    6. Nah, kali ini produk bibir saya ringkas dalam satu poin ya, biar cepat kelar :))
    Saya termasuk orang yang lebih doyan lipstik matte ketimbang glossy, mungkin karena bibir saya ini tipenya kering. Jadi kalau dipake'in glossy udah macam habis makan gorengan :p
    Yang biasa saya bawa di makeup pouch ini ada The Balm Meet Matt(e) Hughes Trusworthy. Ini liquid lipstick juarak buat saya. Aromanya chocolate mint, teksturnya biar matte tapi justru ngga buat bibir makin kering. Long lasting, sekitar 6-8 jam. Pokoknya okeeee.
    Berikutnya ada Wardah Intense Matte Lipstick Choco Town. Lipstik yang paling banyak dicari abad ini, matte long lasting, dan nyaman dipake.
    Terakhir ada Make Over Hi-Matte Lipstick yang Red Heatwave. Ini teksturnya serupa sama Wardah Intense Matte Lipstick. Jadi no comment panjang yaa.
    Intinya, ketiga produk bibir ini semuanya oke buat tampilan sehari-hari saya yang notabene lebih sering beraktivitas di luar ruangan.

    7. Last! Produk blotting paper yang oke punyaaa, Clean and Clear Control Film. Sahabatnya para pemilik wajah berminyak. Wajah minyakan, tinggal di tepuk-tepuk pake produk ini!

    Okee, sekian ya gengs mini review My Holy Grail Everyday Makeup, atau tepatnya whats in my makeup pouch?
    Ampun beribu ampun, kalau reviewnya singkat dan ngga lengkap. Kalau mau lengkap tinggal googling lagi aja. Okeee..


    See yaaa...
    *Kiss bye*

Diberdayakan oleh Blogger.