"Karena sesungguhnya, tanpa sepengetahuanmu, sekarang ini aku sedang memelihara banyak cemburu"
-
Main Kata #1
Sabtu, 06 Juni 2015
(no-name)Diposting oleh Amanda Liony di 20.08 | Label: absurditas otak, main kata, seperti puisi | 1 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Menyapa Kopi
Rabu, 16 Juli 2014
Hai Kopi, apa kabarmu?
Kamu merinduku?
Apakah kamu masih pahit seperti biasa?
Apa kamu masih lengkap bercumbu dengan ampas hitam?
Oh Kopi, sudah setahun lebih kita tak bercengkrama mesra melewati dini hari yang sunyi..
Bercanda dengan setumpuk pikiran ku yang kalut,
dengan deras ide yang hampir terealisasi..
Bahkan dahulu, kamu selalu aku sandingkan dengan nikotin favoritku. Kini.. itu hanya sebuah manis asam garam keadaanku.
Kau tahu Kopi, kamu memang belum mencanduku, tetapi aku juga tak menyelingkuhimu
Kamu tetap sama, selalu ada dalam daftar yang ingin ku reguk, bersama kesendirian melupakan kenangan, di suatu Senja yang manis..
Hanya sekarang tak ada alasan untuk bermesraan denganmu, Kopi.
Mungkin nanti..
Aku hanya ingin menyapamu Kopi
Mari kita berdamai bersama..
Balikpapan, bilik enam, Ramadhan kesekian16 Juli 2014, Senja dalam tekananDiposting oleh Amanda Liony di 16.24 | Label: absurditas otak, seperti puisi | 2 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
AKU (BUKAN) SENJA
Senin, 14 Juli 2014
Senjaku kemana?Hilang!Aku merasa jauh, aku bukan lagi Senja..Tak ada lagi yang menyapa..Dia pergiMelupakanSenja sendiri? Tidak, Senja hilang dari aku.Aku bukan lagi Senja.Aku merindu SenjaBersama kamu, bukan kamu yang sekarangMohon...Sapa aku dengan SenjaKarena aku memang Senja.Indah, tapi sementara.AKU SENJA!Balikpapan, mendung, bilik sembilan, di bulan Ramadhan14 Juli 2014, ketika Senja tak mampu lagi merinduDiposting oleh Amanda Liony di 14.58 | Label: absurditas otak, seperti puisi | 1 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Repost
Kamis, 15 Agustus 2013
Kehadiranmu menjadi hal yang kutunggu.Kusesap kelembutanmu dengan senyuman,menafikan sedikit pahit karena ternyata terasa manis.Kamu dan aku seperti dua hal yang terlihat senada,tetapi berbeda.Karena aku justru menemukanmu dalam sepotong cinta.Ya, menunggumu bersatu dengan kuseperti mencari rasa coklat dalam secangkir mochaccinoKarena aku tak akan merasakan manisdalam setiap hal yang tergesa-gesa,Kecuali semuanya tiba-tiba menghilang…- The Mocha Eyes*juga dipost Corat Coret TumblrDiposting oleh Amanda Liony di 17.56 | Label: absurditas otak, seperti puisi | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
SENJA Merindukanmu
Sabtu, 10 Agustus 2013
Apa kabar sayang?Masih kau titip rindu pada angin laut yang berarak di utara itu?Lalu, masih kau hembus nama ku ketika sebuah suara adzan berkumandang syahdu?Berapa kali kau merasa?Aku harap, sebuah SENJA tak kau lupa. . .Aku harap, sebuah SENJA tak kau abai. . .Aku harap, rindumu dalam SENJA kau eram dalam candu, semacam nikotin sayang
Ya, aku SENJA terkadang dengan temaram, aku SENJA terkadang dengan jinggaYa, aku adalah dengan rindu dan aku adalah dengan kesakitanSilahkan pilih yang kau mau, sayang. Rindu atau kesakitan.Mungkin kesakitan dalam rindu yang mengerak.Mengerak, dan meracau namaku.
Ini bukan puisi sayang, bukan. . .Hanya coretan, tanpa arti tanpa makna tanpa maksudHanya SENJA merindukanmu
Jogjakarta, 11 Juli 2013Ramadhan mendung, dingin, dan senyap*juga dipost: Corat Coret Tumblr
Diposting oleh Amanda Liony di 21.33 | Label: absurditas otak, isenk, seperti puisi | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |



