Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label seperti puisi. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label seperti puisi. Tampilkan semua postingan
  1. Main Kata #1

    Sabtu, 06 Juni 2015

    "Karena sesungguhnya, tanpa sepengetahuanmu, sekarang ini aku sedang memelihara banyak cemburu"

    (no-name)

  2. Menyapa Kopi

    Rabu, 16 Juli 2014



    Hai Kopi, apa kabarmu?

    Kamu merinduku?

    Apakah kamu masih pahit seperti biasa?

    Apa kamu masih lengkap bercumbu dengan ampas hitam?

    Oh Kopi, sudah setahun lebih kita tak bercengkrama mesra melewati dini hari yang sunyi..

    Bercanda dengan setumpuk pikiran ku yang kalut,
    dengan deras ide yang hampir terealisasi..

    Bahkan dahulu, kamu selalu aku sandingkan dengan nikotin favoritku. Kini.. itu hanya sebuah manis asam garam keadaanku.

    Kau tahu Kopi, kamu memang belum mencanduku, tetapi aku juga tak menyelingkuhimu

    Kamu tetap sama, selalu ada dalam daftar yang ingin ku reguk, bersama kesendirian melupakan kenangan, di suatu Senja yang manis..

    Hanya sekarang tak ada alasan untuk bermesraan denganmu, Kopi.

    Mungkin nanti..

    Aku hanya ingin menyapamu Kopi

    Mari kita berdamai bersama..

    Balikpapan, bilik enam, Ramadhan kesekian
    16 Juli 2014, Senja dalam tekanan


  3. AKU (BUKAN) SENJA

    Senin, 14 Juli 2014

    Senjaku kemana?

    Hilang!

    Aku merasa jauh, aku bukan lagi Senja..

    Tak ada lagi yang menyapa..

    Dia pergi

    Melupakan

    Senja sendiri? Tidak, Senja hilang dari aku.

    Aku bukan lagi Senja.

    Aku merindu Senja

    Bersama kamu, bukan kamu yang sekarang

    Mohon...

    Sapa aku dengan Senja

    Karena aku memang Senja.

    Indah, tapi sementara.

    AKU SENJA!

    Balikpapan, mendung, bilik sembilan, di bulan Ramadhan
    14 Juli 2014, ketika Senja tak mampu lagi merindu

  4. Repost

    Kamis, 15 Agustus 2013



    Kehadiranmu menjadi hal yang kutunggu.
    Kusesap kelembutanmu dengan senyuman,
    menafikan sedikit pahit karena ternyata terasa manis.
    Kamu dan aku seperti dua hal yang terlihat senada,
    tetapi berbeda.
    Karena aku justru menemukanmu dalam sepotong cinta.

    Ya, menunggumu bersatu dengan ku
    seperti mencari rasa coklat dalam secangkir mochaccino
    Karena aku tak akan merasakan manis
    dalam setiap hal yang tergesa-gesa,
    Kecuali semuanya tiba-tiba menghilang…

    - The Mocha Eyes


    *juga dipost Corat Coret Tumblr

  5. SENJA Merindukanmu

    Sabtu, 10 Agustus 2013




    Apa kabar sayang?
    Masih kau titip rindu pada angin laut yang berarak di utara itu?
    Lalu, masih kau hembus nama ku ketika sebuah suara adzan berkumandang syahdu?
    Berapa kali kau merasa?
    Aku harap, sebuah SENJA tak kau lupa. . .
    Aku harap, sebuah SENJA tak kau abai. . .
    Aku harap, rindumu dalam SENJA kau eram dalam candu, semacam nikotin sayang



    Ya, aku SENJA terkadang dengan temaram, aku SENJA terkadang dengan jingga
    Ya, aku adalah dengan rindu dan aku adalah dengan kesakitan
    Silahkan pilih yang kau mau, sayang. Rindu atau kesakitan.
    Mungkin kesakitan dalam rindu yang mengerak.
    Mengerak, dan meracau namaku.



    Ini bukan puisi sayang, bukan. . .
    Hanya coretan, tanpa arti tanpa makna tanpa maksud
    Hanya SENJA merindukanmu



    Jogjakarta, 11 Juli 2013
    Ramadhan mendung, dingin, dan senyap


    *juga dipost: Corat Coret Tumblr


Diberdayakan oleh Blogger.