Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label wedding day. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label wedding day. Tampilkan semua postingan
  1. #sudahalal | syukuran nJogja | part 2

    Minggu, 06 Agustus 2017

    Hellooo, I'm back again.
    Setelah kurang lebih sebulan vakum, padahal sebenarnya postingan ini harus segera terupload, biar ga basi. Tapi berhubungan kesibukan yang menyibukan diri, ya sudah, baru sempat terposting.

    Cerita masih soal rangkaian royal wedding (((ROYAL WEDDING))) saya. Usai kesuksesan acara di kampung halaman saya, rangkaian kegiatan berlanjut ke rumah mertua a.k.a Pondok Mertua Indah di Sleman, Jogja. Acara digelar tepat ditanggal merah waktu itu, Kamis, 25 Mei 2017 atau kurang lebih seminggu usai acara di Balikpapan.

    Acara digelar setelah liburan saya sama Bojo ke Kota Batu, Malang. Untuk cerita soal liburan, akan saya share foto-fotonya sesegera mungkin ya gaes. 

    Jadi syukuran di Jogja ini semacam ngunduh mantu, niat awalnya ga gede-gedean. Tanpa pelaminan, tanpa dandan serupa acara nikah sebelumnya. Tapi entah kenapa, acara jadi lumayan gede. Dengan pelaminan sederhana, tapi pakaian yang saya kenakan tak serupa manten. 

    Saya dan Bojo menjahit sarimbit. Pakaian Bojo dan rok yang saya kenakan bermotif lurik berdominasi cokelat. Untuk atasan saya mengenakan kebaya kutu baru modifikasi beraksen payung di bagian lengan. Berukuran panjang selutut kaki berbahan maxmara berwarna merah bata . Kebaya ini saya jahit di modiste milik istri seorang kawan wartawan di Balikpapan, Samantha Project

    Untuk harga yang dibanderol, saya sedikit lupa, kalau ga salah sekitar 300an ribu. Oiya, untuk model, sebenarnya saya mencontek dari contoh pakaian kebaya kutu baru modifikasi dari sebuah akun instagram yang menyajikan foto/gambar pakaian kondangan ^^

    Kemudian untuk makeup, menggunakan perias manten yang juga tetangganya Mas Bojo, namanya mba Nunung, dengan brandnya Rucita Laksmi Wedding House. Mba Nunung, merias saya dengan dandanan simpel dan minimalis, karena temanya sendiri bukan manten, hanya sekadar syukuran saja. Tapi makeup yang saya pakai ini rasanya berat sekali, entah kenapa. Mungkin karena emang foundi yang di pke berat. Tapi hasil untuk foto, makeupnya jadi bagus bgt.

     Di acara ini, emak-babe bersama Mba Ipar datang, lengkap dengan para sepupu di Pakem, dan juga keluarga dari sekitaran Turi turut hadir. Saya sendiri ga nyangka, keluarga besar saya yang ada di Pakem dan sekitarnya bisa hadir. Ya walaupun kehadiran mereka semua, tak lepas dari drama nyasar😝

    Ya sudahlah ya, Alhamdulillah kegiatan berjalan sangat lancar. Berikut beberapa foto yang ingin saya share buat teman-teman yang baca.
    Matur Tengkyuu πŸ™πŸ™

    ****

    W/ Mas Bojo. Btw ini baju yang saya deskripsikan di atas tadi. Untuk hijab kebetulan minjem sama punya Mba Nunung, Pun dengan model hijab dan aksesorisnya.

    😘😘

    Udah kaya' foto-foto lawas 😬😬😬

    Bapak-ibu || Emak-babe

    😘

    😘

    Sepupu - Mba Ipar

    Keluarga barunya saya, Trah Wongsodinomo.

    See yaaa....................



  2. 19-20 Mei 2017

    Minggu, 09 Juli 2017

    Monggo dilihat foto-foto selama acara dua hari berlangsung. Hasilnya saya rangkum, yang terbaiklah yang akan saya posting. 

    Matur tengkyuuuuuu~

    ***

    19 Mei 2017


    Udah sah, masih tegang :))


    Eaaaaa~





    Keluarga baru :')


    Sabtu, 20 Mei 2017


    Ini prosesi cucuk lampah adat Yogya ya. Si bapak penari ini dari komunitas daerah di bawah binaan Kesbangpol Pemkot Balikpapan (semoga ga salah ^^)


    bapak ibu - mama papa :))

    Keluarga baru tambah banyak :))

    Ibu-ibu dan gadis penerima tamu

    Alhamdulillah Walikota Balikpapan, Rizal Effendi menyempatkan hadir

    Bersama kawan Redaksi Harian Tribun Kaltim

    Si Duo :p

    Rekan Wartawan Balikpapan. Matur Tengkyuuuuu :))

    Laper?

    Kepo!

    :)

    Tulisan singkat bisa dibaca di postingan sebelumnya,  

    Tararengkyuuuu~







  3. Assalammualaikum Wr Wb

    Minal Aidin Wal Faidin ya kawan.

    Walau udah lewat lama, kan masih suasana bulan Syawal :))


    Yupp, yupp..
    Setelah lama menghilang, saya kembaliiiiiii~
    Postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya #menujuhalal.

    Tapi mungkin kali ini bukan #menujuhalal kalik ya, tapi #sudahalal :D

    Alhamdulillah, sekarang udah jadi istrinya orang. Sudah bukan lagi jadi anak gadis :')
    Sedih bercampur bahagia juga, karena akhirnya bisa menemukan seorang pendamping hidup setelah sekian lama galau ga jelas :p

    Perjuangan menuju halal, Subhanallah perjuangannya, terlebih kami berdua harus menjalani hubungan jarak jauh Balikpapan - Yogyakarta. Selama pacaran pun sampai menjelang persiapan banyak banget godaannya. Godaan di sini mungkin lebih dimaksud pada godaan untuk menahan emosi kalik ya.

    Maklum aja, seluruh persiapan, nyari vendor, dan lainnya hanya dilakukan berdua sama emak. Gimana ngga cape, dan nahan kesel kalau semua yang dipilih kadang hasilnya ga disukai atau ga disetujui sama si mamas. Hvft!

    Tapi Alhamdulillah, semua berjalan dengan sangat lancar, baik sama hari akad, dan juga acara besarnya. Rasanya semua marah, nangis, dan kesel itu terbayarkan setelah acara lancar dan banyak mendapat berkah doa dari keluarga, tetangga, dan sahabat.

    Oke postingan ini aku bagi dalam beberapa point ya. Semoga terhibur dengan tulisan random kali ini.

    1. Pemilihan venue/lokasi resepsi
    Percayalah, dalam pemilihan lokasi ini saya harus ribut sama bapak. Saya maunya di sana, babe maunya di sini. Repot.

    Pilihan saya, Langen Palikrama Kantor Pegadaian. Tempatnya strategis, agak di tengah kota. Apalagi aula ini dilengkapi AC yang super dingin, pun harga sewanya murah. Sekitar Rp 6 juta, tapi berkat lobi-lobi saya bisa dapat Rp 5 juta.
    Eladalah, untung belum fix ya, babe ngamuk maunya di Aula Serbaguna KNPI yang lokasinya deket bgt sama rumah.
    Alasan babe Pegadaian terlalu jauh buat dirinya dan tetangga :((
    Emang sih, antara Langen Palikrama dengan KNPI masih lebar KNPI. Luas lah venuenya. Tapi untuk harga lumayan mahal KNPI.

    Ya sudahlah, mengalah. Dan akhirnya saya mencoba melobi sana dan sini. Alhamdulillah bgt, Manajer Produksi ditempat saya kerja membantu, karena kebetulan juga bagian dari anggota KNPI.

    Normalnya untuk persewaan gedung ini antara Rp 8 juta sampai Rp 10 juta, tapi Alhamdulillah, bekerja di media dapat membantu saya memperoleh harga yang sangat, sangat, sangat terjangkau (untuk alasan kebaikan bersama harga melobi yang saya dapat, sengaja tidak dicantumkan).

    Tapi harga yang diberi tidak termasuk persewaan kipas angin (blower) ya, soalnya gedung ini walau besar, alat pendingin ruangan ga ada. Alhasil sewa sama penjaga gedungnya, 10 kipas angin besar dibanderol Rp 500 ribu.

    Syukur Alhamdulillah lagi, selama acara, cuacanya adem. Ga panas, ga gerah juga :))

    Oiya, ternyata pun banyak untungnya juga lokasi acara deket sama rumah. Ya pokoknya Alhamdulillah. Ribut-ribut sama babe itu bagian dari proses persiapan kok. Buat cerita kedepannya :))

    Pelaminan Tiva Pink di Aula Serbaguna KNPI Balikpapan. (Dok. by Tiva Pink)

    Red carpet by Tiva Pink. (Dok. by Tiva Pink)


    2. Dekor dan Rias Manten
    Ini pencariannya berbekal search engine macam mbah Google, dan juga pencarian via Instagram. Sebab saya beranggapan, perias yang dipercaya adalah mereka yang aktif ber-Instagram :p
    Sementara emak mengandalkan Google.

    Cari sana, pilih ini, pilih yang itu, kalau ga sesuai cari lagi. Semuanyaaaaa.

    Akhirnya pilihan jatuh sama perias muda Balikpapan, Tiva Pink. Harganya murah dibanding perias dan dekor manten lainnya. Tapi bukan berarti ga murahan ya gaes. Saya pun mengganggap, mba Tiva ini mengusung tema modern. Sebab dari pakaian yang disediakan pun kebanyakan bertema modern, yang bisa dilihat dari gaun-gaun pengantin yang disediakannya.

    Tapi bukan berarti mb Tiva ga bisa konsep tradisional ya. Dia menerima konsep secara lengkap, dari tradisional, modern, dan kekinian.

    Awalnya saya sendiri mau mengambil tema tradisional Paes Yogya, tapi kok rasa-rasanya kurang sreg sama metode tutup kepala dan lehernya. Apalagi saya berhijab. Dan baju tradisional khas Yogya yang mba Tiva sediakan hanya warna hitam. Bisa sih dikombinasikan dengan rias paes agengnya, tapi saya juga ga sreg sama make up paes ageng buat wanita berhijab.

    Di sisi lain, emak pun sangat menginginkan saya mengenakan pakaian berwarna hijau. Ya sudahlah, konsep Islam Modern saya ambil. Gaun yang saya pilih pun pakaian baru, belum ada yang pakai.

    Diantara kedua rias (akad & resepsi), jujur saya puas bgt sama hasil rias akad. Soft dan kalem. BUkan berarti saya ga suka rias resepsinya, toh byk temen yang bilang saya "manglingi" :))
    Tapi tetap yang paling membekas itu rias saat akad. MUngkin karena acara sakral kalik ya, pemilihan riasnya memang sengaja di buat soft dan kalem.

    Dan yang bikin saya senang lagi hasil dekorasinya, diluar ekspektasi cyiiintt. Cantiiiiik sekaliii. (foto atas).
    Lihat hasil rias dari dekorasi dari pengantin lainnya, bisa cek di http://tivapink.blogspot.co.id/





    Dua foto teratas adalah rias akad nikah lengkap dengan henna putih. Dua foto terbawah, rias dan gaun untuk resepsi keesokan harinya. Oiya untuk akad nikah, itu baju pemberian mertua, ditambah lagi kain bawah untuk buat kebaya panjang. (Dok. by Tiva Pink)


    Berikut price listnya, tapi harga bisa berubah sewaktu-waktu, teman-teman bisa hubungi langsung kontak Tiva Pink yang tertera di gambar atas, atau pada akun Instagram.


    3. Henna
    Sejak awal, partner buat henna tangan saya ga pake mikir. Maklum aja, sejak awal sudah kenal bgt sama si acilnya ini, Mahendhien.
    Wartawan Balikpapan mana yang ga kenal sama si acil satu ini, kecuali wartawan baru ya :p

    Saya booking si Acil a.k.a mba Dinda tiga bulan sebelum hari H. Awalnya saya cuma pesan pake henna merah aja, baik saat akad dan resepsi.

    Eh malam sebelum hari akad, si acil nawarin saya buat endorse henna putih, yang harganya cenderung lebih tinggi dari si henna merah. Di endorse, siapa yang ga mau. Yaudah deh saya iyain aja tanpa pikir panjang.

    Mba Dinda rekomendasiin glitter terbarunya yang dia punya. Glitter henna putih yang dia pake itu katanya jauh lebih mengkilat dibanding glitter yang udah ada. Katanya sih barang baru gitu.

    Dan emang ga ngecewain. Hasilnya pas bgt sama rias dari mba Tiva. Glamor dan juga soft dari riasnya. Tapi kekurangan henna putih ini, selain ga nyerap kulit gampang bgt terkelupas. Saya aja salaman sama orang-orang rasanya agak males gt, takut hennanya rusak :p

    Hasil henna di tangan saya, bisa dilihat di foto atas ya :)


    4. Catering
    Hahaha ini unik, vendor catering saya pilih dan saya booking sebulan sebelum lamaran. Yupp lamaran!! :D

    Mungkin karena bagian paling krusial dari sebuah hajatan kalik ya. Emak memutuskan untuk membookingnya. Apalagi saat pesan, kebetulan di event wedding expo yang digelar sama kantor saya. Lumayan ada potongan, walau ga banyak :D

    Namanya Catering Sundari. Saya pilih ini, karena dari rekomendasi banyak teman, catering ini bisa dibilang jempolan. Sudah berpengalaman untuk segala jenis acara apapun. Pilih ini juga karena nyediain sambal goreng kering kentang yang enak dan yang kriuk :))

    Asli, layanannya sangat menyenangkan. Ini saya ngalamin sendiri waktu cek dekorasi gedung. Malam itu, emak minta meja makan buat tamu sebanyak 8 buah lengkap taplak dan kursi-kursinya.

    Ternyata eh ternyata, saat pemesanan, emak ga mengingatkan lagi, ywdh deh saya pesan langsung ke pegawai yang lagi loading barang malam itu di KNPI. Eh disambut sangat ramah, ga cuma satu orang, tapi dua orang selaigus. Mereka sabar bgt sama permintaan macam-macam. Mungkin mereka terbiasa kalik ya.

    Alhamdulillah, besok paginya, sekali lagi, benar-benar diluar ekspektasi. Hasil dekor catering sangat cantik. Dipadu sama dekorasi pelaminan.

    Pokoknya puas beud!!

    Ini sisi cateringnya. Terlihat simpel dan sederhana, tapi aslinya cantikkk banget!! (Dok. by Pak Budi si Fotografer ^^)

    ****

    Kyanya segitu aja kalik ya vendor-vendor yang bisa saya review. Masih banyak pihak yang membantu, tapi walau tak disebutkan dan ditulis dalam postingan kali ini, bukan berarti tak berjasa dalam perhelatan seumur hidupnya saya ini :)

    Terimakasih buat segalanya. Kecup basah buat para vendor semuaaanya.

    Eiitss, postingan #sudahalal masih akan ada part 2. Entah kapan saya akan menulisnya. :)

    Oiya, buat teman-teman yang pengen liat vendor-vendor tadi, geser aja kursor ke nama mereka yang berwarna. Lalu klik, nanti akan terhubung dengan akun Instagram mereka.

    Oke makasih semuanyaa.
    See yaa~

    *Untuk foto-foto acara selama dua hari (19-20 Mei 2017) akan dirangkum dalam postingan berikutnya yaaa. Postingan ini sudah terlalu panjang di baca. Ga perlu nunggu lama, silahkan buka aja postingan diatasnya. :)) 
    ** klik https://nda90story.blogspot.co.id/2017/07/19-20-mei-2017.html




  4. #menujuhalal

    Jumat, 02 Desember 2016

    Hello...

    Lama tak bersua.
    Beginilah kalau semangat menulis saat ini sudah macam pedagang musiman, hanya ada di moment tertentu, Padahal saya sendiri hari-hari kerja di urusan tulis menulis :p

    Dan ini setelah hampir kurang dari satu bulan saya kembali mengetik di papan keyboard pc. Biasanya hanya bermodal jempol yang membantu menyusun kalimat pada layar sekian inchi alias layar handphone.

    Sebenarnya sih, ide-ide nulis di blog itu udah numpuk. Selalu muncul tiba-tiba seperti saat mandi, buang hajat (you know what I mean ;p ), atau saat mengendarai motor dijalan. Tapi ya sudahlah, namanya semangat musiman.

    Dan kali ini, semangat saya muncul di musim jelang nikah. Lha!

    Yess, Alhamdulillah, ada juga orang yang mau lamar saya :D
    Haha! Siapa yang menyangka, ada yang mau sama saya.

    Jadi, calon tuan yang bakal tinggal seumur hidup sama saya ini, seorang kakak tingkat di kampus. Yes, selisih empat angkatan, dan usia pun selisih empat tahun. Saya ga pernah ketemu sama beliau, selama masa kuliah berjalan lima tahun itu.

    Bertegur sapa saja tidak, apalagi ketemu atau sekadar papasan. Tapi kok berani-beraninya dia malah pernah liat saya yang kurus dan galak itu :p

    Singkat cerita, dan berhubung saya ramah, suatu ketika dia mengomentari postingan Instagram. Intinya dia nitip dibelikan semacam batu akik Kalimantan, ya sudah berbagi nomor WA lah disitu.

    Namanya adik kelas, ya saya nurut dan manut. Lagian bantuin orang juga Insha Allah nambah pahala :))

    Setelah batu terkirim, sejak itu jarang bersahutan di WA, karena saya juga ga punya kepentingan sama beliau. Mengalir gitu aja, saling menulis komentar di postingan baik itu Instagram atau Path, atau juga Facebook.

    Akhirnya, pada medio awal tahun 2016, saya mengambil cuti untuk pertama kalinya. Saya memutuskan ke kota dimana beliau tinggal, saya mengabari, jadi deh akhirnya kami bertemu pertama kali. Nothing special! Yeass! Haha!

    Pada akhirnya karena sering berkomunikasi, dan aktivitas kunjungan saya ke kota itu cukup sering (karena suatu hal), rasa-rasa mulai datang. Tsaah!!

    Diawal saya selalu menekankan bahwa saya hanya butuh sesuatu yang serius. Dia memberi jaminan "ya". Berjalanlah, sampai akhirnya kami memutuskan untuk, ya menikah.

    Singkat cerita lagi, tepat satu pekan yang lalu, Sabtu, 26 November 2016, dia datang bersama Paklik yang juga mewakili keluarga besarnya, untuk melamar.

    Sekali lagi, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan berharap akan semakin lancar lagi menjelang hari besar, yang Insha Allah digelar sebelum Ramadhan tahun depan.

    Sekarang ini ya banyak yang saya persiapkan, mental, dan juga persiapan secara material khususnya untuk acara di hari H nanti, Ah sudahlah. Oiya foto-foto ga ada yang spesial karena memang ga sempat panggil fotografer profesional :p

    Si Tuan (kedua dari kanan, yang sejak awal masuk rumah udah ngabarin kalau grogi, jadi maaf aja kalau nunduk terus :|

    Suasananya sederhana, karena saya sendiri juga ga mau terlalu ramai.

    Eh, Si Tuan kepotong :p

    Alhamdulillah :')


    Oke lah sekian tulisan acakadul ini. Akan berlanjut di part kedua, yang pasti bakal masih lama lagi :))

    Oiya, Insha Allah kalau niat lancar dan bukan sekadar wacana, blog akan dilengkapi dengan segmen beauty, yang akhir-akhir ini saya minati, selain soal gincuk. okeeee..

    See yaaa...
     Balikpapan, 2 Desember 2016
    Sepekan setelah lamaran

    Kantor. #piketday

Diberdayakan oleh Blogger.