Hai Kopi, apa kabarmu?
Kamu merinduku?
Apakah kamu masih pahit seperti biasa?
Apa kamu masih lengkap bercumbu dengan ampas hitam?
Oh Kopi, sudah setahun lebih kita tak bercengkrama mesra melewati dini hari yang sunyi..
Bercanda dengan setumpuk pikiran ku yang kalut,
dengan deras ide yang hampir terealisasi..
Bahkan dahulu, kamu selalu aku sandingkan dengan nikotin favoritku. Kini.. itu hanya sebuah manis asam garam keadaanku.
Kau tahu Kopi, kamu memang belum mencanduku, tetapi aku juga tak menyelingkuhimu
Kamu tetap sama, selalu ada dalam daftar yang ingin ku reguk, bersama kesendirian melupakan kenangan, di suatu Senja yang manis..
Hanya sekarang tak ada alasan untuk bermesraan denganmu, Kopi.
Mungkin nanti..
Aku hanya ingin menyapamu Kopi
Mari kita berdamai bersama..
Balikpapan, bilik enam, Ramadhan kesekian
16 Juli 2014, Senja dalam tekanan

